Menpan RB Minta Pemda Percepat Reformasi Birokrasi untuk Pengentasan Kemiskinan 

Avirista Midaada
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas. (Foto: Dok. KemenPANRB)

“Syaratnya banyak banget. Ternyata benar ada 12.000 item harus ber-SNI. Padahal yang wajib hanya 300. Setiap kebijakan harus ada afirmasi, agar rakyat kecil bisa mengakses dan mereka bisa beli produknya,” tuturnya. 

Dia juga berharap agar perjalanan dinas dan rapat-rapat dinas yang tidak penting, tidak perlu dilakukan demi menghemat anggaran. Hal ini penting agar anggaran yang diperuntukkan bisa diberikan ke masyarakat untuk menekan angka kemiskinan di daerah-daerah. 

“Jangan sampai programnya kemiskinan di daerah tertentu, tapi anggaran studi banding sama makan-makannya sama rata-rata. Karena yang dibagi makanannya tetap saja, telur dibelah jadi dua, sama kacang hijau. Anggarannya banyak untuk rapat-rapat, sama seminar dibandingkan dibagikan ke rakyat,” ujarnya. 

Ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah (Pemda) tidak studi banding hanya untuk mengetahui bagaimana cara mengentaskan kemiskinan saja.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
13 hari lalu

Rakornas di UKSW, Menko Muhaimin Minta Anggaran Kemiskinan Difokuskan untuk Pemberdayaan

5 bulan lalu

Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani

9 bulan lalu

Jusuf Kalla Sebut Faktor Kemiskinan Picu Kasus Siswa SD Bunuh Diri di Ngada NTT

2 tahun lalu

Didukung Perindo, Nelson-Kris Siap Bawa Gorontalo Mentas dari Kemiskinan

2 tahun lalu

Duet Nelson Pomalingo–Kris Wartabone di Pilgub Gorontalo, Pasangan Religius-Nasionalis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal