Penggunaan ambulans diduga dilakukan agar pelaku tidak menimbulkan kecurigaan saat membawa kursi-kursi besi hasil curian dari sejumlah taman dan trotoar di Kota Surabaya.
"Dia melakukan pencurian di malam hari menggunakan ambulans di beberapa tempat. Dia melakukan aksinya seorang diri dengan dimasukkan ke dalam ambulans," ujar Kanit Reskrim Polsek Gubeng, Ipda Dwi Santoso, Kamis (6/8/2026).
Dia mengatakan, masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam pencurian aset milik pemerintah daerah.
Akibat pencurian tersebut, Pemkot Surabaya diperkirakan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Saat ini, pelaku beserta mobil ambulans yang digunakan dalam aksi, serta empat kursi besi taman telah diamankan di Polsek Gubeng sebagai barang bukti.
Polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain dalam kasus pencurian aset milik Pemkot Surabaya.