Nenek 82 Tahun di Surabaya Divonis 43 Hari Kasus Pemalsuan Akta Autentik, Kuasa Hukum Banding

Sindonews.com
Lukman Hakim
Ilustrasi vonis. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Seorang nenek usia 82 tahun di Surabaya divonis penjara 43 hari karena dianggap terbukti bersalah melakukan pemalsuan akta autentik. Kuasa hukum terdakwa langsung mengajukan banding.

Nenek Siti Asyiah, warga asal Gayungan V, Surabaya ini divonis pada Kamis (22/10/2020). Vonis tersebut dijatuhkan oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

"Menyatakan terdakwa Siti Asiyah telah terbukti secara sah bersalah memekai surat palsu dan melanggar pasal 263 ayat 2 KUHP. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Siti Asiyah berupa pidana penjara selama 43 hari," kata ketua majelis hakim PN Surabaya, Johannes Hehamony di ruang sidang Candra, Kamis (22/10/2020).

Setelah mendengar putusan tersebut, kuasa hukum terdakwa, Sahlan Azhar langsung mengajukan banding. "Banding yang Mulia," katanya.

Setelah sidang, Sahlan mengatakan terdakwa tidak terbukti melakukan perbuatan pidana, melainkan perdata yakni urusan tanah. Dalam perkara ini, terdakwa tidak tahu surat-surat tanah baik IPEDA, Eigendom Verponding, sertifikat, letter C maupun Petok D.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
2 hari lalu

Viral Nenek 80 Tahun Penjual Telur Asin di Jember Ditipu Pembeli, Dibayar Pakai Uang Mainan

12 hari lalu

Rumah Roboh di Sragen, Nenek 82 Tahun Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan

22 hari lalu

Nenek di Situbondo Kena Peluru Nyasar Senapan Angin, Luka di Lengan dan Dahi

23 hari lalu

Jambret Sadis Berjaket Ojol Seret Nenek di Semarang Ditangkap, Gasak Uang Rp180.000

1 bulan lalu

2 Bangunan Usaha di Surabaya Hangus Terbakar, Kerugian hingga Rp1 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal