Pakaian Adat Jawa Timur, Jenis dan Filosofinya 

Ihya Ulumuddin
Pakaian adat Jawa Timur (foto: @essai)

Warna merah putih yang mencolok tersebut menggambarkan karakter orang Madura yang tegas, keras, tidak kenal ragu, berani, dan terbuka dalam menyampaikan pemikirannya kepada orang lain.

Baju Pesa`an (Foto: @gramediablog).

Sedangkan untuk bawahan berupa celana komprang (celana kain longgar) berwarna hitam. Model pakaian tersebut secara filosofis menggambarkan kesederhanaan dan sifat terbuka masyarakat Madura. Selain itu juga sifat menghargai kebebasan. 

Untuk perempuan, baju pesa'an berupa kebaya dan sarung atau jarik dengan warna mencolok. Warna yang sering dipilih yakni merah, hijau, atau biru dengan ukuran yang ketat di badan. 

Konon, penggunaan baju ini biasanya menggunakan kain kebaya yang agak transparan dan perempuan menggunakan dalaman yang berwarna kontras dengan warna kebaya. Seringkali dinamakan kebaya rancongan.

Pakaian adat Jawa Timur ini kerap digunakan dalam kegiatan seremonial seperti upacara adat, karapan sapi atau kegiatan budaya lainnya. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
2 hari lalu

Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Terekam 32 Letusan dalam Sehari

6 hari lalu

Karhutla di Gunung Tembok Jember, Kobaran Api Nyaris Merambat ke Permukiman Warga

7 hari lalu

Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, 34 Penerbangan di Bandara Juanda Dibatalkan

10 hari lalu

Survei ARCI, Gerindra Kokoh Puncaki Elektabilitas Parpol di Jatim, Demokrat Melesat

9 hari lalu

3 Orang Tewas saat Karvanal Sound Horeg, Pemprov Jatim Evaluasi Aturan Kegiatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal