“Jadi acaranya akan sangat meriah. Kami berharap peran moral untuk pemilu damai bagi netizen akan tersampaikan. Kami mengajak warga Surabaya, khususnya para generasi milenial untuk hadir di acara itu. Gratis kok, makanya ayo hadir semua di acara yang pasti heboh ini,” tutur Agus Sudibyo.
Menurutnya, kegiatan ini akan dihadiri sekitar 1.500-an orang sesuai dengan daya tampung gedung. Mereka merupakan para pemimpin redaksi dan wartawan di Jatim, Bawaslu, KPUD, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum.
“Kami akan menggelorakan berbeda pilihan ataupun beda pandangan politik boleh dan wajar-wajar saja. Namun yang paling penting bagaimana tetap menjaga toleransi, kebersamaan dan semangat saling menghormati dalam perbedaan itu,” ucapnya.
Dia menjelaskan, semua unsur masyarakat mesti memberikan andil untuk menjaga suasana kemasyarakatan yang tenang, guyup dan kondusif. Tanpa terkecuali komunitas pers nasional.
Perlu untuk dipastikan agar media menjadi ruang yang mencerahkan masyarakat dan mendinginkan suasana. Perlu dijaga agar ruang media tidak menjadi sarana provokasi dan pecah-belah masyarakat. Para wartawan berada di garis depan dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan dengan senantiasa menampilkan pemberitaan yang berkualitas, objektif dan independen.
“Pers tidak boleh terseret dalam perkubuan politik dan selalu berada di tengah-tengah untuk mendampingi masyarakat di kala suasana politik semakin menghangat,” ujarnya.