Pelaku Bisnis Harus Kolaborasi Hadapi Perang Dagang akibat Krisis Rusia-Ukraina

Ihya Ulumuddin
Direktur Operasi PT SIER Didik Prasetiyono pada acara Business Forum dan Matchmaking antar Dunia Usaha, Kamis (18/3/2022).

Didik menyebutkan, ada sejumlah investor asing yang telah mengembangkan bisnisnya di SIER dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Seperti dari Australia, Belanda, Prancis, Jepang, Itali, Denmark, Jerman, Belgia, Malaysia, Swiss, Korea Selatan, Amerika Serikat, Taiwan, Singapura, Hongkong, Cina dan India mayoritas menginginkan iklim investasi yang sehat.

Menurut dia, iklim investasi yang sehat harus didefinisikan sebagai kebijakan permudahan regulasi, ketegasan institusional termasuk menjaga kondusifitas keamanan investasi, dan kondisi lingkungan. 

Oleh karena itu, mayoritas pelaku bisnis biasanya mengandalkan data untuk menentukan apa yang harus dilakukan dengan sumber daya bahan baku, pemasaran, dan alokasi sumber daya manusia mereka. Wawasan data yang tidak akurat dapat menyebabkan strategi bisnis yang salah, karena tidak menyajikan apa yang terjadi dalam kenyataan, menyebabkan para pemimpin membuat keputusan secara membabi buta.

"Ungkapan-bad data is leading to bad decision making-, adalah bentuk nyata kekhawatiran investor dalam menempatkan investasinya di suatu negara. Di sini peran pemerintah dalam menyajikan data yang valid dan sesungguhnya menjadi penting. Apalagi ini ada implikasi invasi Rusia ke Ukraina telah melahirkan pencarian keseimbangan baru ekonomi, krisis energi dan krisis bahan komoditi sudah terjadi di eropa dan mulai menjalar secara global," katanya. 

Kondisi geopolitik ini, lanjutnya, menjadi pukulan khususnya ke industri yang memiliki ketergantungan pada minyak bumi, gas, batubara, alumunium, kobalt, tembaga, nikel, emas, titanium, baja, pupuk, gandum dan jagung.

"Rusia dan Ukraina adalah pemain utama global level produsen dan sektor-sektor tersebut terimbas karena sanksi embargo dan pembatasan rantai pasok logistik. Kondisi ini bisa menjadi momen bagi Indonesia untuk masuk mengembangkan bisnis ke luar negeri," kata Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga ini. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
6 bulan lalu

PSBM XXVI Jadi Ruang Konsolidasi, Waketum Perindo Dorong Kolaborasi Ekonomi Kerakyatan

8 bulan lalu

Pesan Angela Tanoesoedibjo ke Kader Perindo Sulsel: Turun ke Masyarakat Bangun Ekonomi Bernilai Tambah

1 tahun lalu

Khofifah Temui Jokowi di Solo, Bahas Apa?

1 tahun lalu

Luhut Bertemu Jokowi 1 Jam di Solo, Bahas Ekonomi hingga Pemerintahan Prabowo

3 tahun lalu

Contoh Soal HPP dan Cara Menghitungnya, Bisa Jadi Bahan Ajar Siswa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal