Saat ini kondisinya terus membaik setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.
Bambang mengungkapkan, bentrokan bermula ketika adik sepupunya, Mustofa menegur seorang pengendara yang memarkir mobil di tikungan jalan saat membeli rujak di Desa Berbeluk. Menurutnya, posisi kendaraan membahayakan pengguna jalan karena memakan bahu jalan dan diparkir melawan arus.
Teguran tersebut justru memicu cekcok. Pengemudi mengeluarkan senjata tajam sebelum meninggalkan lokasi. Sekitar satu jam kemudian, situasi memanas.
Bambang mengungkapkan, rombongan sekitar 10 mobil mendatangi rumah keluarganya dan langsung menyerang.
"Kronologi awalnya itu yang bermasalah dengan sepupu saya. Pelaku beli rujak di kawasan Berbeluk dan lokasinya agak rawan seperti tikungan gitu. Nah di situ adik saya, Mustofa negur dia dengan baik-baik. Terus dia bilang, kalau saya enggak mau gimana? Habis itu dia ngeluarin sajam ke adik saya," ujar Bambang.
Menurutnya, kelompok penyerang diduga membawa senjata api dan senjata tajam. Selain menembaknya hingga mengalami dua luka tembak, para pelaku juga merusak dua mobil milik keluarganya yang terparkir di halaman rumah.
Hingga kini, Satreskrim Polres Bangkalan masih memeriksa sejumlah saksi dan korban untuk mengungkap motif bentrokan. Temuan selongsong peluru di lokasi kejadian menjadi salah satu barang bukti utama yang diharapkan dapat membantu penyidik mengidentifikasi senjata yang digunakan serta pihak yang bertanggung jawab atas aksi penembakan tersebut.