"Tapi sampai saat ini belum ditemukan adanya dugaan tindak pidana pembakaran, namun setelah api padam biasanya kita melakukan laboratorium forensik bersama teman-teman Inafis di mana titik rawan yang diduga human eror ataupun tindak pidana pembakaran," ujar AKBP Riki.
Sementara itu, satu unit helikopter milik BPBD Provinsi Jawa Timur yang sebelumnya dialihkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan kembali dioperasikan di kawasan Gunung Semeru.
Helikopter tersebut digunakan untuk melakukan pengeboman air atau water bombing guna membantu mempercepat pemadaman, terutama di lokasi yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.
Hingga kini, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api dan melakukan pemantauan untuk mencegah munculnya kembali titik api di lereng Gunung Semeru.