Perilaku Penyerang Polsek Wonokromo Berubah usai Merantau dan Ikut Pengajian

Kastolani Marzuki
Pelaku penyerangan Polsek Wonokromo, Surabaya ditangkap. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Ponpes Tarbiyatul Mu’allimien al islamiyah (TMI) Al Amin, Prenduan, Sumenep, Madura, Jatim menyatakan keprihatinannya atas aksi penyerangan Polsek Wonokromo, Surabaya, Jatim yang dilakukan Imam Mustofa (30).

Tak hanya menyerat nama besar ponpes yang mengajarkan Islam moderat, aksi radikalisme yang dilakukan pelaku juga merusak nilai-nilai dasar agama dan bertentangan dengan hukum.

Humas Ponpes TMI Al Amin, Hamzah Arsa mengatakan, jejak Imam Mustofa selama menimba ilmu di Ponpes TMI Al Amin sangat baik. Pelaku juga dikenal taat dan tidak pernah melanggar disiplin yang diterapkan ponpes.

“Waktu di pondok tidak ada yang aneh, baik taat tidak pernah melanggar disiplin pondok. Tamat tepat waktu. Dia juga beraktivitas sebagaimana santri lain,” katanya dikonfirmasi iNews.id, Minggu (18/8/2019).

Dia menuturkan, setelah lulus dari Ponpes Al Amin, Imam Mustofa mengabdikan ilmunya ke masyarakat di kampung halamannya. Selama masa pengabdian, kata dia, Imam Mustofa juga tidak memiliki gelagat aneh.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
2 hari lalu

Truk Bermuatan Setengah Ton Es Kristal Tercebur ke Sungai di Surabaya

11 hari lalu

Polisi Ungkap Motif Dendam di Balik Pencurian Motor di Gudang Zeni Tempur TNI AD Surabaya

12 hari lalu

Nekat Curi Motor di Gudang Zeni Tempur TNI AD Surabaya, 1 Pelaku Ditangkap 1 Diburu

18 hari lalu

Update Ledakan Tabung Gas di Pakuwon City Surabaya, 41 Bangunan dan 16 Kendaraan Rusak

18 hari lalu

Kesaksian Warga saat Ledakan Pakuwon City Surabaya, Pintu Bergetar Dikira Gempa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal