Perilaku Penyerang Polsek Wonokromo Berubah usai Merantau dan Ikut Pengajian

Kastolani Marzuki
Pelaku penyerangan Polsek Wonokromo, Surabaya ditangkap. (Foto: istimewa)

Menurut Hamzah, pendidikan yang ditanamkan Ponpes TMI Al Amin ke para santri selalu menekankan Islam wasathan (islam moderat) dan tidak pernah mengajarkan kekerasan atau radikalisme.

“Kalo kita itu prinsip dari awal adalah tidak berdiri ke mana-mana. Tidak ke kanan atau kiri. Pendidikan kita moderat, mengutamakan washatiyah. Kami konsisten dengan sistem pendidikan dan kurikulum yang kita tempuh,” katanya.

Ponpes TMI Al Amin, kata dia, juga akan melakukan intrsopeksi diri dan mengambil hikmah atas insiden yang dilakukan pelaku. Hamzah juga menepis kabar yang beredar di media sosial WhattsApp (WA) terkait kejadian itu yang merugikan Ponpes Al Amin.

“Kita akan lakukan internalisasi dan sosialisasi ke santri-santri bahwa tindakan tersebut (radikalisme) itu tidak dibenarkan dan membahayakan. Hindari tindakan-tindakan tersebut, apa pun dalilhnya tidak dibenarkan. Kita ambil banyak hikmah dari kejadian itu,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
2 hari lalu

Truk Bermuatan Setengah Ton Es Kristal Tercebur ke Sungai di Surabaya

11 hari lalu

Polisi Ungkap Motif Dendam di Balik Pencurian Motor di Gudang Zeni Tempur TNI AD Surabaya

12 hari lalu

Nekat Curi Motor di Gudang Zeni Tempur TNI AD Surabaya, 1 Pelaku Ditangkap 1 Diburu

18 hari lalu

Update Ledakan Tabung Gas di Pakuwon City Surabaya, 41 Bangunan dan 16 Kendaraan Rusak

18 hari lalu

Kesaksian Warga saat Ledakan Pakuwon City Surabaya, Pintu Bergetar Dikira Gempa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal