Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Warga Lamongan Beralih ke Pertalite

iNews
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter membuat penjualan BBM nonsubsidi di sejumlah SPBU Lamongan turun karena banyak konsumen beralih ke Pertalite. (Foto: iNews).

"Mungkin masyarakat kaget karena naiknya hampir Rp4.000 akhirnya pindah ke pertalite semua," ujar Andre Sujanto.

Di sisi lain, para pengguna Pertamax mengaku keberatan dengan kenaikan harga tersebut. Mereka menilai kenaikan hampir Rp4.000 per liter sangat membebani pengeluaran, terutama di tengah tingginya harga kebutuhan pokok.

Sejumlah pengendara mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mengisi penuh tangki kendaraan mereka. Sebagian tetap memilih menggunakan Pertamax karena khawatir performa mesin kendaraan menurun jika beralih ke BBM dengan nilai oktan yang lebih rendah.

Salah seorang warga, Rudi, mengaku kenaikan harga Pertamax membuat biaya transportasi hariannya meningkat cukup signifikan. "Cukup menguras kantong. Cukup kaget," kata Rudi. 

Warga berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menekan harga BBM agar beban masyarakat tidak semakin berat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
3 bulan lalu

Pengendara Beralih ke Pertalite usai Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter

2 hari lalu

Kelangkaan BBM Picu Antrean Panjang hingga Ganggu Lalu Lintas di Makassar

6 hari lalu

Terungkap! Ini Penyebab Antrean Truk di SPBU Situbondo Mengular 2 Km

6 hari lalu

Heboh Antrean Panjang BBM di Jember Dipicu Kekhawatiran Kelangkaan

10 hari lalu

Kelangkaan BBM Landa Bangkalan! SPBU Tutup dan Pom Mini Kehabisan Stok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal