Polisi Minta Publik Tak Berspekulasi atas Penembakan PPS Sampang

Ihya Ulumuddin
Ilustrasi penembakan. (Foto: Okezone).

"Tidak seperti itu, mohon waktunya (proses penyelidikan)," ujar Barung.

Sebelumnya seorang tukang gigi sekaligus anggota PPS di Sampang, Subaidi, tewas ditembak senjata api milik seorang wartawan, Idris. Beredar kabar, peristiwa ini dilatarbelakangi unggahan video korban di media sosial.

Kapolres Sampang, AKBP Budhi Wardiman mengatakan, kronologi penembakan terjadi saat korban melintas di jalan perbatasan antara Desa Sokobanah Tengah dengan Sokobanah Laok, Rabu (21/11/2018) pukul 13.00 WIB.

Saat itu pelaku menembak korban sebanyak satu kali, dan mengenai dada kiri bawah hingga tembus ke pinggang kanan. Korban kemudian ditemukan warga bersimbah darah dan dilarikan ke puskemas untuk dirawat.

Dari hasil pemeriksaan, pistol yang digunakan pelaku teridentifikasi sebagai senjata rakitan yang didapatnya dari seorang teman berinisial S.

"Identitas pelaku yakni Idris (30) warga Dusun Bates, Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah. Dia memiliki senjata ini sewaktu konflik di Kalimantan," ujarnya.

Sementara itu korban penembakan Subaidi akhirnya mengembuskan napas terakhir Kamis (22/11/2018) pagi. Korban meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama kurang lebih 24 jam di Rumah Sakit (RS) Dr Soetomo Surabaya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
15 hari lalu

Tukang Tambal Ban di Boyolali Ditembak OTK 5 Kali, Luka di Hidung hingga Dada

15 hari lalu

Cekcok saat Pesta Tuak, Pria di Simalungun Tembak Tetangga di Dada

16 hari lalu

Pria di Labuhanbatu Ditembak usai Tepergok Curi Sawit, Warga Geruduk Kantor Perusahaan

1 bulan lalu

Jenazah Aris Sanda Sopir Tewas Ditembak di Jayawijaya Dipulangkan ke Toraja

1 bulan lalu

Komnas HAM Kecam Penembakan 3 ASN Jayawijaya: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Bunuh Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal