"Saya baru diberitahu ketika anak saya sudah berada di puskesmas. Itu sekitar jam 3 subuh. Ketika saya datang di puskesmas, anak saya sudah dalam kondisi meninggal dunia," tuturnya.
Menurut informasi yang diterimanya dari tim medis, lanjut Agus, anaknya meninggal dalam perjalan menuju Puskesmas Pesanggaran pada Rabu (8/6/2022) malam. Dimana usai dari puskesmas, MAA anaknya sempat dibawa pulang ke rumah.
"Tapi teman-temannya bahkan pelatihnya tidak ada yang datang ke rumah. Tidak ada etikad baik dari pihak pelatih. Sehingga saya dan keluarga memutuskan untuk meminta keadilan. Masak latihan bisa sampai menghilangkan nyawa, jelas ini ada kejanggalan," katanya.
Ketika ia memeriksa kondisi fisik jenazah anaknya, terdapat luka lebam di bagian dada. Agus baru tahu bahwa luka itu didapat anaknya dari tendangan yang diduga dilakukan RAS, pelatih silatnya.
"(Luka terlihat) di bagian dada anak saya seperti ada luka gosong. Dan informasi yang saya dapat, katanya anak saya kena tendang," katanya.