"Prinsipnya dari Dinkes Sidoarjo, siapa pun santri maupun pengajar yang merasa sakit atau bergejala akan langsung kita berikan perawatan medis darurat di tempat atau dievakuasi ke RSUD," kata dr Lakhsmie.
Sementara itu, untuk menyibak penyebab pasti keracunan massal ini, sampel sisa makanan MBG yang dikonsumsi korban telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Hasil pengujian mikrobiologi dan kimiawi sampel makanan tersebut diperkirakan baru akan keluar dalam 7 hari mendatang.