"Cabang baru ini guna melayani lebih banyak lagi pasangan di Surabaya maupun Jawa Timur dan Bali, dalam hal fertilitas," ujarnya.
Selain menambah tiga klinik cabang baru, Morula IVF Surabaya juga juga telah menandatangani kerja sama dengan 30 klinik yang sudah ada di Jatim. "Saat ini Klinik Fertilitas Indonesia (KFI) yang didukung Morula IVF Indonesia sudah bekerja sama dengan 100 klinik di seluruh Indonesia sampai November kemarin. Di Jatim kami baru saja menandatangani kerja sama dengan 30 klinik baru," ujarnya.
Dokter spesialis ginekologi dan onkologi Budi Santoso menambahkan, waktu yang tepat untuk mulai memeriksakan kesuburan yang kemungkinan dilanjutkan untuk menjalani program bayi tabung. Menurutnya, ketika pasangan suami istri telah menjalankan hubungan seksual secara normal yakni dua sampai tiga kali dalam sepekan tapi setelah usia pernikahan satu tahun tidak kunjung mendapatkan keturunan sebaiknya segera memeriksakan diri.
"Kalau satu tahun belum hamil, perlu dilakukan eksplorasi apa penyebabnya untuk dicari tahu faktor penyebabnya ada di suami atau istrinya. Hingga nantinya diketahui perlu atau tidaknya menjalankan program bayi tabung," ujarnya di Surabaya, Ahad (28/11).
Setelah nantinya dipastikan harus menjalani program bayi tabung, beberapa persiapan harus dijalani pasangan suami istri tersebut. Mulai persiapan fisik, cek laboratorium, hingga psikologis. Persiapan psikologis menurutnya menjadi faktor paling penting untuk kesuksesan program bayi tabung yang dijalani.
Pasangan suami istri tersebut harus saling mendukung dan tidak menyalahkan satu sama lain agar tidak timbul stres. "Saling mendukung, tidak saling menyalahkan, itu malah justru banyak yang berhasil. Istri waktunya periksa suami yang antar, supaya tidak stres," ujarnya.