Tangis Haru Keluarga Warnai Video Conference 3 Mahasiswa asal Lamongan di Wuhan

Abdul Rochim
Rekaman gambar saat video conference antara 3 mahasiswa yang ada di Wuhan dengan keluarga di Lamongan. (Foto: SINDOnews/Abdul Rochim)

"Alhamdulillah masih cukup, tapi memang kebetulan sekarang masih suasana Imlek, jadi toko-toko masih tutup," ujar Humaidi Zahid, alumni Pondok Pesantren Darul Ma'arif, Payaman, menjawab pertanyaan bupati soal ketersediaan makanan dan obat-obatan.

Meski terisolasi, mereka sebenarnya masih diberi izin untuk keluar membeli kebutuhan sehari-hari. Namun mereka mengaku takut keluar dari area kampus.

"Takut terinfeksi. KBRI juga setiap hari menanyakan kondisi kami dan mengusahakan agar proses evakuasi berjalan cepat," kata Pramesti.

Fadeli menyampaikan, pemkab siap membantu jika para mahasiswa yang berada di Wuhan mengalami kekurangan stok makanan.

"Nanti kalau memang kekurangan kebutuhan, baik untuk makanan dan lain sebagainya, kalian (mahasiswa) bisa berkomunikasi dengan kami," ujarnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Massa Datangi Mahasiswa Unnes Diduga Pelaku Pelecehan, Tuntut Minta Maaf

57 tahun lalu

Demo Mahasiswa di Lapangan Merdeka Medan Ricuh, Massa Sandera Truk TNI

57 tahun lalu

Demo Mahasiswa di DPRD Sulut Berakhir Bentrok, Massa Robohkan Gerbang

57 tahun lalu

Ratusan Mahasiswa Jatim Demo di Gedung Grahadi, Desak Evaluasi Program Strategis

57 tahun lalu

Demo Mahasiswa FKIP UHO di DPRD Sultra Ricuh, Massa Saling Dorong dengan Satpol PP

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal