Tangis Haru Keluarga Warnai Video Conference 3 Mahasiswa asal Lamongan di Wuhan

Abdul Rochim
Rekaman gambar saat video conference antara 3 mahasiswa yang ada di Wuhan dengan keluarga di Lamongan. (Foto: SINDOnews/Abdul Rochim)

"Alhamdulillah masih cukup, tapi memang kebetulan sekarang masih suasana Imlek, jadi toko-toko masih tutup," ujar Humaidi Zahid, alumni Pondok Pesantren Darul Ma'arif, Payaman, menjawab pertanyaan bupati soal ketersediaan makanan dan obat-obatan.

Meski terisolasi, mereka sebenarnya masih diberi izin untuk keluar membeli kebutuhan sehari-hari. Namun mereka mengaku takut keluar dari area kampus.

"Takut terinfeksi. KBRI juga setiap hari menanyakan kondisi kami dan mengusahakan agar proses evakuasi berjalan cepat," kata Pramesti.

Fadeli menyampaikan, pemkab siap membantu jika para mahasiswa yang berada di Wuhan mengalami kekurangan stok makanan.

"Nanti kalau memang kekurangan kebutuhan, baik untuk makanan dan lain sebagainya, kalian (mahasiswa) bisa berkomunikasi dengan kami," ujarnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
5 hari lalu

Mahasiswa Makassar Pura-Pura Diculik, Minta Tebusan Rp90 Juta ke Orang Tua

11 hari lalu

Sakit Hati Putus Cinta, Mahasiswa Semarang Edit Wajah Mantan jadi Konten Pornografi

27 hari lalu

Mahasiswa di Indramayu Tewas di Kali Anyar, Berawal Motor Ditemukan Tercebur di Sungai 

1 bulan lalu

Demo Mahasiswa dan Santri Tuntut Berantas Judi di Mapolda Sumut Nyaris Ricuh

1 bulan lalu

Geger! Mahasiswa Unamin Sorong Ditemukan Tewas di Depan Kos Putri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal