Tangis Haru Keluarga Warnai Video Conference 3 Mahasiswa asal Lamongan di Wuhan

Abdul Rochim
Rekaman gambar saat video conference antara 3 mahasiswa yang ada di Wuhan dengan keluarga di Lamongan. (Foto: SINDOnews/Abdul Rochim)

"Alhamdulillah masih cukup, tapi memang kebetulan sekarang masih suasana Imlek, jadi toko-toko masih tutup," ujar Humaidi Zahid, alumni Pondok Pesantren Darul Ma'arif, Payaman, menjawab pertanyaan bupati soal ketersediaan makanan dan obat-obatan.

Meski terisolasi, mereka sebenarnya masih diberi izin untuk keluar membeli kebutuhan sehari-hari. Namun mereka mengaku takut keluar dari area kampus.

"Takut terinfeksi. KBRI juga setiap hari menanyakan kondisi kami dan mengusahakan agar proses evakuasi berjalan cepat," kata Pramesti.

Fadeli menyampaikan, pemkab siap membantu jika para mahasiswa yang berada di Wuhan mengalami kekurangan stok makanan.

"Nanti kalau memang kekurangan kebutuhan, baik untuk makanan dan lain sebagainya, kalian (mahasiswa) bisa berkomunikasi dengan kami," ujarnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
4 hari lalu

Kecelakaan Maut di Tuban, Mahasiswa Tewas Tertabrak Truk Trailer usai Gagal Menyalip

6 hari lalu

Kecelakaan Minibus Dibawa Mahasiswa Tabrak Tembok Bandung Zoo hingga Jebol

8 hari lalu

Kecelakaan di Gowa, Mahasiswa UIN Makassar Kritis jadi Korban Tabrak Lari Truk

13 hari lalu

Kekerasan di Kampus UFDK Bukittinggi, Mahasiswa Desak Polisi Tangkap Penganiaya Dosen

24 hari lalu

Demo Rektor UINSA Surabaya Memanas, Mahasiswa Segel Gerbang hingga Kuliah Lumpuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal