Gangguan di sejumlah bandara tersebut kemudian menimbulkan dampak berantai terhadap konektivitas dan rotasi penerbangan. Kondisi itu turut memengaruhi sebagian operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa atas terganggunya operasional penerbangan.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas sejumlah persoalan dalam penerbangan akibat dampak letusan Anak Krakatau,” ujar Tohir dikutip dari iNews Sidoarjo, Minggu (6/9/2026).
“Sebagai bentuk perhatian terhadap pengguna jasa yang terdampak, Bandara Internasional Juanda akan memberikan Service Recovery Activation berupa penyediaan makanan ringan dan minuman bagi penumpang yang mengalami penyesuaian perjalanan,” katanya.
Selain itu, personel Airport Security, Terminal Inspector, dan Customer Service disiagakan di area terminal. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada penumpang terdampak tetap berjalan dengan baik.