Dia menuturkan, ribuan batu bernyanyi itu ditemukan warga sejak 2015 dalam tanah dengan kedalaman hingga 5 meter.
Semula warga menduga batu itu berbentuk lempeng biasa. Namun keunikan mulai terungkap saat batu itu dipukul yang ternyata mengeluarkan bunyi merdu dan enak didengar.
“Lewat pokdarwis dan tokoh masyarakat, akhirnya lokasi ini dikembangkan menjadi wisata bantu bernyanyi,” katanya.
Pokdarwis bersama warga sekitar kemudian menata batu batu itu menyerupai gamelan, sehingga jika ada pengunjung yang datang langsung bisa bermain batu bernyanyi.
“Lokasi ini akhirnya dijadikan tempat wisata alam pegunungan sembari bermain gamelan dari batu purba. Lokasi ini ramai tiap akhir pecan dan hari libur,” kata Rudi.