Viral Fenomena Awan Berlubang di Langit Jember, Netizen Kaitkan dengan HAARP

Bambang Sugiarto
Donald Karouw
Penangkan langit berlubang di langit Jember yang viral di media sosial. (Foto: Instagram/Undercover.id)

"Siap2 Nanti ada Gempa," tulis @miftahu_hd18.

Diketahui, HAAR atau High-Frequency Active Auroral Research Program merupakan fasilitas ilmiah untuk meneliti ionosfer. Lokasi fasilitas ini dibangun pada 1993 di Gakona, Negara Bagian Alaska.

Komponen utama di HAARP adalah Ionospheric Research Instrument (IRI) yakni susunan 180 antena radio yang tersebar di area seluas 33 hektare. IRI mentransmisikan frekuensi berkuatan antara 2,7 sampai 10 MHz menggunakan daya 3,6 MW. 

Antena HAARP dapat menembakkan frekuensi gelombang radio rendah maupun tinggi ke atmosfer bumi. Tujuannya memengaruhi ionosfer dan stratosfer yang merupakan bagian penting dari atmosfer.

Begitu gelombang radio ditembakkan akan membuat ionosfer hangat lalu memantul lagi ke bumi dan menciptakan awan dan molekul lain sehingga bisa memanipulasi cuaca. Itulah salah satu fungsi HAARP, menciptakan atau mengubah iklim, cuaca serta membuat awan serta hujan buatan. 

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
6 hari lalu

Karhutla di Gunung Tembok Jember, Kobaran Api Nyaris Merambat ke Permukiman Warga

6 hari lalu

Heboh Antrean Panjang BBM di Jember Dipicu Kekhawatiran Kelangkaan

7 hari lalu

Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, 34 Penerbangan di Bandara Juanda Dibatalkan

9 hari lalu

Truk Angkut Semangka Terguling usai Tabrak Pikap di Jember, Evakuasi Sopir Dramatis

10 hari lalu

Survei ARCI, Gerindra Kokoh Puncaki Elektabilitas Parpol di Jatim, Demokrat Melesat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal