Wabup Trenggalek Menghilang, Soekarwo Bantah Ada Tekanan Politik

Ihya Ulumuddin
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. (Foto: Sindonews)

Soekarwo mengurai, sesuai peraturan, kepala daerah tidak boleh ke luar negeri. Kecuali memang karena ada tugas negara. Dia menegaskan, semua kepala daerah wajib tunduk pada aturan. "Kalaupun bepergian ke luar negeri itu bukan tugas negara, maka harus ada izin. Misalnya umrah, boleh. Tetapi harus izin. Aturannya begitu," ujarnya. 

Seperti diberitakan, PDIP langsung bereaksi atas kabar "menghilangnya" Wakil Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin (Ipin). Mereka menilai bahwa kepergian Ipin untuk menepi dan menenangkan diri. Alasannya, Ipin banyak ditekan lawan politik, menyusul suksesi wakil bupati seiring pergantian dirinya menjadi bupati menggantikan Emil Elestianto Dardak. 

"Di Trenggalek memang lagi ramai isu tekanan politik itu. Ada pihak yang memaksa Mas Ipin menyetujui sosok wabup dan sekda baru. Padahal, mungkin Mas Ipin kurang sreg dengan sosok-sosok itu. Kan ke depan ini Mas Ipin perlu sosok yang bisa diajak berlari membangun Trenggalek, jadi bukan hasil titipan atau tekanan," kata Ketua DPC PDIP, Doding Rahmadi.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
8 hari lalu

22 Daerah di Jatim Tetapkan Status Darurat Kekeringan, Pemprov Cari Sumber Air Baru

26 hari lalu

Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Masih Dirawat, Gubernur Khofifah Minta SPPG Berbenah

1 bulan lalu

2 Bangunan Usaha di Surabaya Hangus Terbakar, Kerugian hingga Rp1 Miliar

1 bulan lalu

Terungkap Motif Teror Molotov 2 Pos Polisi di Surabaya, Pelaku Sakit Hati Ditilang

1 bulan lalu

Pelaku Teror Molotov 2 Pos Polisi di Surabaya Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal