Wujudkan Karya, Penyandang Disabilitas Butuh Kesempatan Bukan Belas Kasihan

Ihya Ulumuddin
Ahmadi pengandang disabilitas sedang menjahit kain untuk bahan tas. (IG @kantacraft)  

Titik bangga atas pencapaian mereka. Sebab, mereka survive lewat karya yang benar-benar bernilai. Bukan karena belas kasihan.

“Produk mereka dibeli karena memang berkualitas. Bukan karena mereka penyandang disabilitas,” tuturnya.

Penghargaan sebagai Pengakuan

Sukses Titik mencetak penyandang disabilitas terampil ini pula yang berbuah berbagai penghargaan. Pada tahun 2004 misalnya, Titik mendapat The Global Microentrepreneurship Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Titik bahkan berksempatan berpidato tentang gagasan pemberdayaan kaum difabel di hadapan Sekjen PBB Kofi Annan saat itu.

Cerita Titik tentang pengalamannya memberdayakan penyandang disabilitas menggetarkan hati para hadirin. Bahkan, tak sedikit yang meneteskan air mata, termasuk Ratu Beatrix dari Belanda dan Ratu Sofia dari Spanyol yang ikut hadir di acara tersebut.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
5 hari lalu

Gadis di Surabaya Diduga Dicabuli Ayah Tiri Berulang Kali saat Ibu Pergi Pengajian

10 hari lalu

Heboh Flyer Mami Hiburan Malam Berseragam Polwan di Surabaya, 3 Karyawan Diperiksa

11 hari lalu

7 Bulan Jadi Pengedar Sabu, Pemuda asal Sampang Madura Ditangkap di Surabaya

14 hari lalu

Bareskrim Tangkap Kurir Narkoba Jaringan Medan-Lombok, Sembunyikan Sabu 5 Kg di Ban Serep

15 hari lalu

Kebakaran Rumah di Surabaya, 2 Bocah Kakak Adik Tewas dalam Kamar Diduga Terkunci

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal