Wujudkan Karya, Penyandang Disabilitas Butuh Kesempatan Bukan Belas Kasihan

Ihya Ulumuddin
Ahmadi pengandang disabilitas sedang menjahit kain untuk bahan tas. (IG @kantacraft)  

Pengalaman Titik itu menggugah kesadaran bahwa masih ada pijar semangat dari orang-orang kecil, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus untuk bangkit.

“Mereka (penyandang disabilitas) butuh bantuan dalam bentuk kesempatan dan akses pasar. Bukan iba dan rasa kasihan,” tuturnya.

Setelahnya, Titik juga mendapat berbagai penghargaan dari dalam negeri. Di antaranya Inspiring Award dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) tahun 2009 hingga Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Presiden Republik Indonesia tahun 2010.

Titik bangga atas berbagai penghargaan itu. Dia menilai, penghargaan bukanlah prestasi, melainkan pengakuan atas potensi yang dimiliki para penyandang disabilitas.

“Penghargaan ini untuk mereka,” ucapnya.

Perjuangan Titik memberdayakan penyandang disabilitas lewat Tiara Handicraft terus berbuah manis. Tiga tahun setelah forum di PBB, produk Tiara Handicraft sukses menembus pasar ekspor. Beberapa di antaranya Spanyol dan beberapa negara di Amerika Latin.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
5 hari lalu

Gadis di Surabaya Diduga Dicabuli Ayah Tiri Berulang Kali saat Ibu Pergi Pengajian

10 hari lalu

Heboh Flyer Mami Hiburan Malam Berseragam Polwan di Surabaya, 3 Karyawan Diperiksa

11 hari lalu

7 Bulan Jadi Pengedar Sabu, Pemuda asal Sampang Madura Ditangkap di Surabaya

14 hari lalu

Bareskrim Tangkap Kurir Narkoba Jaringan Medan-Lombok, Sembunyikan Sabu 5 Kg di Ban Serep

15 hari lalu

Kebakaran Rumah di Surabaya, 2 Bocah Kakak Adik Tewas dalam Kamar Diduga Terkunci

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal