Acara ini turut dihadiri langsung Cawapres 03 Mahfud MD, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Karangdurin KH Ahmad Fauzan Zaini, hadir pula sejumlah kiai seperti KH Abdul Wahid Saleh, KH Mustakim Matruki, KH Hasyim Sura’i, KH Hassanudin, KH Ali Abdul Hakim, beserta para kiai dan tokoh masyarakat Madura yang lain.
Dalam acara itu, Yenny Wahid menegaskan pasangan capres-cawapres yang dicoblos di bilik TPS pada Rabu 14 Februari mendatang adalah Ganjar-Mahfud. "Presiden-Cawapresnya Ganjar-Mahfud. Kenapa? Karena di sini (Mahfud) dari kalangan santri, yakni santri yang penegak hukum," ujar Yenny Wahid.
Yenny Wahid kemudian menjelaskan sejumlah program unggulan Ganjar-Mahfud. Salah satunya program satu keluarga miskin satu sarjana. "Ganjar-Mahfud menjanjikan program satu rumah keluarga miskin, satu sarjana di sana. Itu negara yang akan membiayainya," katanya.
Yenny Wahid juga mengatakan, anak-anak para prajurit akan mendapatkan beasiswa sehingga yang kaya tidak hanya para jenderal-jenderal saja.
Program lain Ganjar-Mahfud yaitu desa atau kelurahan satu puskesmas. Terkait program ini, Yenny bercerita kisah yang dialami oleh ibundanya sendiri yang mengalami kecelakaan mobil di Karawang. Kejadian waktu Orde Baru itu memunculkan banyak anggapan di antaranya operasi naga hijau.