Marijan menceritakan, kronologi satu dusun tersebut hingga di isolasi, karena pada tanggal 19 April lalu terdapat 1 warga berjenis kelamin perempuan yang meninggal di rumah sakit dengan status negatif. Hanya saja, saat proses pemakaman, ada beberapa keluarga dan anak yang datang dari luar daerah.
Terlebih pihak keluarga melaksanakan kegiatan tahlilan selama 7 hari. Dan di ketahui, diantara pelayat dan undangan tahlilan ada yang datang dari Sintang dan Singkawang.
"Kemudian, pada tanggal 5 Mei, terdapat 19 orang ini yg ikut melayat menunjukkan gejala demam flu salah satunya adalah salah seorang ibu yang merupakan warga di sana, yang setelah dilakukan test PCR di RS TNI AU ada 9 orang yang dinyatakan positif Covid19," kata Marijan.
Kemudiansalah satu ibu yang melayat ini menderita sesak dan demam sehingga dirujuk ke RS Soedarso dan pada tanggal 6 Mei, ibu itu juga meninggal di di RSUD Soedarso.
Menindaklanjuti hal tersebut, selanjutnya Satgas Kubu Raya terus melaksanakan penelusuran dan mengetes terhadap 100 orang warga yang melakukan kontak erat dimana dari 100 orang tersebut, 32 sampel yang ada di periksa di mobil PCR Kubu Raya dan 68 sampel di kirim ke Dinkes Kalbar.