Stok Alat Rapid Test di Pontianak Tersisa 5.000 Unit

Antara
Kepala Dinkes Pontianak Sidiq Handanu menyampaikan keterangan perkembangan kasus Covid-19. (Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Stok alat rapid testCovid-19 milik Pemerintah Kota (Pemkot) tersisa 5.000 unit. Penggunaan alat rapid test diprioritaskan untuk warga yang berisiko.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan, ketersediaan alat rapid test saat ini memang terbatas. Karena itu, rapid test dilakukan secara selektif dengan mendahulukan orang yang berisiko.

Seperti yang dilakukan di lingkungan Pemkot Pontianak pada rapid test lanjutan pada Selasa (2/6/2020). Sebanyak 430 Aparatur Sipili Negara (ASN) mengikuti rapid test di Aula Sultan Syarif Abdurrahman.

Rapid test diprioritaskan untuk ASN yang bertugas di layanan publik yang kontak langsung dengan masyarakat.

Dia memastikan, bila ada ASN yang reaktif akan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab berbasis PCR. Selain itu, ASN tersebut juga harus menajalani isolasi selama 14 hari sambil menunggu hasil swab keluar.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
19 hari lalu

4 Orang Ditetapkan Tersangka Tambang Emas Ilegal di Mamuju, Termasuk ASN

19 hari lalu

ASN Cianjur Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Sesama Jenis, Pemkab Siapkan Sanksi Tegas

23 hari lalu

Suami Guru ASN Tanjungbalai Jadi Tersangka Pencabulan Murid SD, Terancam Penjara 9 Tahun

24 hari lalu

Mencekam! Evakuasi Oknum Guru ASN dan Suami Terduga Pencabulan Anak di Tanjungbalai

24 hari lalu

Modus Oknum Guru ASN dan Suami di Tanjungbalai Cabuli Anak, Iming-Iming HP

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal