Stok Alat Rapid Test di Pontianak Tersisa 5.000 Unit

Antara
Kepala Dinkes Pontianak Sidiq Handanu menyampaikan keterangan perkembangan kasus Covid-19. (Antara)

PONTIANAK, iNews.id - Stok alat rapid testCovid-19 milik Pemerintah Kota (Pemkot) tersisa 5.000 unit. Penggunaan alat rapid test diprioritaskan untuk warga yang berisiko.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan, ketersediaan alat rapid test saat ini memang terbatas. Karena itu, rapid test dilakukan secara selektif dengan mendahulukan orang yang berisiko.

Seperti yang dilakukan di lingkungan Pemkot Pontianak pada rapid test lanjutan pada Selasa (2/6/2020). Sebanyak 430 Aparatur Sipili Negara (ASN) mengikuti rapid test di Aula Sultan Syarif Abdurrahman.

Rapid test diprioritaskan untuk ASN yang bertugas di layanan publik yang kontak langsung dengan masyarakat.

Dia memastikan, bila ada ASN yang reaktif akan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab berbasis PCR. Selain itu, ASN tersebut juga harus menajalani isolasi selama 14 hari sambil menunggu hasil swab keluar.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Berduka, Bupati Bangkalan Minta Kasus Kematian ASN di Bandara Segera Diungkap

57 tahun lalu

Polda Kalbar Ungkap Peredaran Narkoba Skala Besar, Sita Sabu 4,3 Kg hingga Uang Rp3,8 Miliar

57 tahun lalu

7 Fakta Misteri Kematian ASN Bangkalan di Bandara Juanda, Nomor 5 Bikin Merinding

57 tahun lalu

ASN Bangkalan Diduga Tewas 2-3 Hari Sebelum Ditemukan di Bandara Juanda

57 tahun lalu

Hasil Autopsi ASN Bangkalan Tewas di Parkiran Bandara, Ditemukan Luka Benda Tumpul

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal