Prajurit TNI dan Petani Adu Bacok Pakai Golok Gegara Rebutan Lahan Sawit

Enrico Ngantung
ilustrasi

"Ributnya sudah lama sekitar 8 tahunan. Pak Imron merasa memiliki hak karna dia punya surat jual beli dengan Pak Sudirman (pemilik tanah) sedangkan Syafei merasa memiliki karena orang tuanya yang membuka lahan pada waktu itu," kata Faizal

Selama sengketa, Lanjut Faizal, pemanenan buah kelapa sawit selalu dilakukan oleh Syafei dan selalu dibiarkan oleh Serka Imron.

"Ya karna selalu ribut terus makanya Pak Imron mengalah mundur, mungkin karna dia tentara makanya dia menghindar supaya tidak ribut," katanya.

Perebutan lahan ini pernah dilaporkan ke aparat penegak hukum beberapa tahun yang lalu, namun tidak ada tindak lanjut sampai sekarang.

Hingga dua pekan sebelum kejadian berdarah, Serka Imron yang merasa mempunyai hak atas kebun, mengunduh (memanen) buah sawit untuk dijual. Syafei yang mengetahui hal itu, langsung menghampiri Serka Imron dan terjadilah perselisihan.

"Sempat ada saksi yang melihat cekcok keduanya yaitu Pak Rohim, tapi ia lari karna takut dan meminta pertolongan ke warga sekitar. Jadi gak tau siapa yang menebas duluan, yang jelas mereka bawa golok semua karna pergi ke kebun," katanya.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
11 hari lalu

Kecelakaan Maut Mobil TNI Terjun ke Jurang di Yalimo Papua, 4 Prajurit Gugur

17 hari lalu

Momen Haru 449 Prajurit TNI Kembali ke Blora usai Setahun Bertugas di Papua

18 hari lalu

Ngeri! Penjual Sayur Keliling di Kebumen Dibacok Warga, Luka di Leher dan Tangan

2 bulan lalu

TNI Temukan 21.400 Batang Ganja di Yahukimo Senilai Rp8 Miliar, Diduga terkait OPM

2 bulan lalu

Copot Bendera Bulan Bintang, 2 Prajurit TNI Diganjar Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal