Sungai Barabai Masih Keruh usai 2 Bulan Banjir, Ternyata Ini Penyebabnya

Antara
Pembersihan sampah yang menutupi sungai Barabai oleh jajaran Bidang SDA PUPR Kabupaten HST (Foto: Antara/M Taupik Rahman)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten HST Muhammad Yani menerangkan, penyebab keruhnya air sungai Barabai sampai saat ini adalah karena erosi.

"Dalam artian, air yang turun ke dataran rendah itu membawa material lumpur," katanya.

Lumpur itu menurutnya disebabkan oleh bukaan lahan di wilayah pegunungan sudah sedemikian rupa. 

"Pada tahun 2019 bukaan lahan kita sekarang tinggal 38 persen. Padahal  pada 2017  masih 61 persen. Jadi, ada pengurangan lahan sekitar 23 persen dalam kurun waktu 3 tahun," katanya.

Dijelaskan dia, bukaan lahan itu terjadi disebabkan dari penebangan pohon dan lain sebagainya. Sehingga material air hujan itu tidak tertampung dan menyebabkan air keruh.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banjir di HST Kalsel, TNI Buka Posko Dapur Umum dan Bagikan Makanan Siap Saji

57 tahun lalu

Kronologi Kecelakaan di Hulu Sungai Tengah Kalsel, saat Kejadian Hujan Deras

57 tahun lalu

Geger Bayi Perempuan Dibuang di Musala Hulu Sungai Tengah, Usia Diperkirakan 10 Hari

57 tahun lalu

5 Hari Tersesat di Padang Ilalang, 2 Nelayan HST Ditemukan Selamat

57 tahun lalu

Miris, Kakek Perkosa Cucu di HST Pernah Dipenjara gegara Cabuli Anak Kandung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal