“Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada 12 bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
1. Bulan Allah
Bulan Muharram disebut juga dengan Syahrullah atau bulan Allah. Di bulan Muharram ini, Allah SWT memberikan keistimewaan pada di antara bulan-bulan lainnya.
Imam al-Thabari dalam tafsirnya menukil perkataan sahabat Ibnu Abbas ra, perihal kemuliaan yang Allah SWT berikan untuk bulan-bulan haram ini:
"Allah SWT memberika keistimewaan untuk 4 bulan haram di antara bulan-bulan yang ada, dan diagungkan kemuliaannya bulan itu, dan menjadikan dosa yang terbuat serta amal ibadah yang dilaksanakan menjadi lebih besar ganjaran dosa dan pahalanya”. (Tafsir al-Thabari 14/238).
2. Bulan Mulia
Imam Ibnu Katsir dalam tafsir surat yang Al Baqarah, menukil perkataan Imam Qatadah, ahli tafsir dari kalangan Tabi’in mengenai keutamaan Bulan Muharram, Rajab, Dzulqa'dah dan Dzulhijjah.
"Allah SWT mensucikan makhluk-Nya di antaranya makhluk-makhluk ciptaany-Nya, mencusikan para rasul dari kalangan malaikat, mensucikan para Rasul di antara manusia yang lain, mensucikan dzikir dari perkataan makhlukNya, mensucikan masjid dari tanah-tanah lain, mensucikan bulan Ramadhan dan bulan-bulan haram di antara bulan-bulan lain, mensucikan hari jumat di antara hari-hari lain, mensucikan malam lailatul-qadr di antara malam-malam lain. Maka muliakanlah apa yang Allah s.w.t. telah muliakan. Sesungguhnya memuliakan apa yang Allah SWT muliakan adalah yang dilakukan para ahli ilmu".