Utang Pemerintah Tembus Rp10.293 Triliun, Purbaya: Masih di Bawah 60%
JAKARTA, iNews.id - Utang pemerintah Indonesia mencapai Rp10.293,69 triliun hingga akhir Juni 2026 atau setara 41,26 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih jauh di bawah ambang batas.
Purbaya mengaku memiliki sejumlah strategi untuk menekan beban utang, mulai dari membatasi defisit hingga memperbaiki pengumpulan pajak melalui sistem core tax.
Dari total utang tersebut, porsi terbesar berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp8.966,79 triliun atau sekitar 87,1 persen. Sementara itu, pinjaman tercatat Rp1.326,90 triliun atau sekitar 12,9 persen.
Purbaya mengatakan pemerintah akan memperkuat penerimaan negara sebagai salah satu cara menjaga agar utang tidak terus meningkat. Pembenahan dilakukan melalui optimalisasi sistem perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak, termasuk pemanfaatan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Strateginya kita akan batasin defisit supaya nggak tinggi-tinggi amat. Terus kita akan efektifkan tax collection kita. Bukan naikin pajak ya, tapi kita bersihkan cara kita beroperasi mengumpulkan pajak,” katanya saat ditemui usai Sidang debottlenecking di Kantornya, Rabu (12/8/2026).