"Kondisi bangunan mayoritas dari material kayu menyebabkan api cepat merambat dan membesar. Saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, kondisi api sudah cukup besar," ujar Fida, Sabtu (8/8/2026).
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Beberapa hambatan di antaranya akses jalan yang sempit, angin yang bertiup kencang, serta kondisi air sungai yang sedang surut.
Meski menghadapi kendala, petugas damkar bersama relawan, kepolisian, TNI, dan masyarakat sekitar berhasil melokalisir api. Kebakaran akhirnya dapat dikendalikan sehingga tidak merembet lebih luas ke bangunan lainnya.
"Dari hasil pendataan, ada empat rumah yang terbakar dan tiga bangunan lainnya ikut terdampak," katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan Polres Kutai Kartanegara.