Mengenal Tradisi Beseprah, Simbol Kesetaraan dalam Erau Adat Kutai 2025

Rizqa Leony Putri
Ribuan warga Kabupaten Kutai Kartanegara tampak duduk berbanjar di halaman Museum Mulawarman dalam tradisi Beseprah. (Foto: dok iNews/Dzulfikar Ash)

TENGGARONG, iNews.id – Piring-piring berisi nasi, lauk pauk, dan kue tradisional berjajar di atas tikar pandan. Ribuan warga duduk berbanjar di halaman Museum Mulawarman, Kamis (25/9/2025). Tak ada kursi kehormatan, pejabat pemerintah bersisian dengan rakyat, keluarga Kesultanan tanpa jarak.

Semua menyantap hidangan bersama dalam satu barisan. Inilah Beseprah, tradisi yang selalu menjadi penanda hangatnya Erau Adat Kutai Kartanegara.

Sebelum santap bersama dimulai, Sultan Kutai Aji Muhammad Arifin terlebih dahulu mengucapkan “Bismillah”. Sesaat kemudian, beliau memukul kentongan bambu. Dentangannya bergema, disambut tepuk tangan warga, menjadi tanda resmi dimulainya Beseprah.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri yang hadir didampingi Wakil Bupati Rendi Solihin, menegaskan Beseprah bukan sekadar ritual makan bersama. “Pemimpin hadir bukan untuk dilayani, melainkan berusaha melayani masyarakatnya,” katanya.

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perkuat Identitas Daerah, Pemkot Madiun Gelar Kirab Budaya Pencak Silat pada HUT ke-108

57 tahun lalu

Serunya Jelajah Pesona dan Ragam Budaya Kota Solo bersama Lorin Solo Hotel

57 tahun lalu

Khitanan Massal Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun Diserbu Ratusan Peserta

57 tahun lalu

Liburan Sekolah Seru di éL Hotel Bandung, Ada Mini Timezone hingga Kids Cooking Class

57 tahun lalu

Pemkab Bogor Luncurkan Program KAMI Mendengar, Ruang Dialog Pemerintah dan Anak Sekolah 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal