Hilang 40 Tahun, Kakek Rashyid Khan Bertemu Keluarganya Berkat Medsos

Enrico Ngantung
Kakes Rashyid saat memeluk cucunya saat dijemput keluarganya. (Foto: iNews/Enrico Ngantung)

LAMPUNG, iNews.idMedia sosial (medsos) tak sepenuhnya berdampak negatif, ada banyak hal positif dalam penggunaan jejaring sosial tersebut. Salah satunya mempertemukan teman, kerabat atau keluarga yang telah lama hilang kontak. Seperti yang terjadi di desa terpencil di Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Provinsi Lampung.

Adalah Mbah Roh (80) yang telah hidup sebatang kara selama 40 tahun. Kakek renta yang bernama asli Rashyid Khan ini pernah menghilang dari tengah keluarganya asal Situbondo, Jawa Timur (Jatim). Dia memilih hidup menyendiri di desa terpencil yakni Pekon Batu Api, Kecamatan Pagar Dewa, Lampung Barat hingga akhirnya ditemukan keluarga untuk menjemputnya pulang.

Pantauan iNews, suasana haru mewarnai perjumpaan antara kakek Rashyid dengan para keponakannya. Rombongan kerabat sang kakek itu telah menempuh perjalanan jauh dari Situbondo. Mereka terharu melihat kondisi kakek Rashyid yang hidup sebatang kara dan tinggal cukup jauh dari pemukiman warga Pekon Batu Api lainnya.

Meski awalnya sempat ditolak oleh kakek Rashyid, para keponakannya tidak mau menyerah. Mereka terus meyakinkan sang kakek bahwa mereka benar kerabat dekatnya. Rombongan ini bahkan menelepon Habib Ahmad Khan, salah satu keluarganya di Situbondo untuk berbicara langsung dengan Mbah Roh. Setelah pembicaraan via ponsel itu, kakek Rashyid melunak dan bersedia dibawa pulang ke Situbondo.

Menurut keterangan peratin atau Kepala Desa Batu Api Mulyono, diketahui mbah Roh sudah tinggal di Pekon Batu Api sejak 1997 silam. Sebelumnya dia tercatat sebagai warga Pekon Basungan yang bersebelahan dengan Pekon Batu Api.

Tak ada warga yang tahu persis asal-usul, apalagi masa lalu mbah Roh yang ternyata warga Situbondo keturunan Pakistan tersebut. namun sejak sembilan tahun terakhir kondisi kesehatan kakek rashyid menurun sehingga kehidupannya yang sebatang kara menjadi kian menyedihkan.

“Sudah Sembilan tahun mbah Roh ini sulit beraktivitas, kami yang membantu untuk mencukupi kebutuhannya,” kata Mulyono.

Selain mendapat pertolongan dan pendampingan, Pemerintah Pekon Batu Api kemudian mengusulkan kakek Rashyid masuk Program Keluarga Harapan (PKH) Dinsos Lambar.

Dari sinilah kisah pelacakan asal-usul kakek Indo-Pakistan itu bermula. Melalui medsos, pihak Dinsos Lambar akhirnya menemukan keluarga kakek Rashyid yang ternyata tinggal di Situbondo.

Setelah dilakukan berbagai macam pengecekan untuk akurasi data, Dinsos Lambar pun memfasilitasi pertemuan mereka. Tak sampai di situ, petugas juga mengupayakan proses pemulangan sang kakek ke Situbondo. Usai terpisah bersama keluarga selama 40 tahun, pria asal Situbondo bermarga Khan itu akhirnya kembali pulang bersama keluarganya, Minggu (7/10/2018).

Kabid Rehab Dan Bantuan Dinsos Lambar Rega Sahputra mengungkapkan, mbah Roh sudah menyatakan bersedia untuk dibawa bersama kerabatnya asal Situbondo. “Jadi setelah kami cek benar ada hubungan saudara antara mbah dengan keponakannya. Kami akan membantu melengkapi berkas yang sekiranya dibutuhkan untuk proses ini,” ujarnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
8 jam lalu

Baru Kenal 4 Hari Lewat Medsos, Pria di Sidoarjo Rampas HP dan Uang Teman

5 hari lalu

Kronologi Speedboat Hilang Kontak Bawa 3 Polisi di Nabire, Sempat Kirim Pesan Darurat

5 hari lalu

Identitas 3 Polisi Hilang Kontak usai Speedboat Hanyut di Nabire, Anggota Polres Waropen

5 hari lalu

Speedboat Bawa 3 Polisi Hilang Kontak di Perairan Nabire, Diduga Hanyut Terbawa Arus

12 hari lalu

Viral! Mahasiswa UPN Jatim Diduga Edit Foto Teman Pakai AI, Disebar di Telegram

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal