Seismograf Kena Petir, Pemantauan Gunung Anak Krakatau Pakai Teropong

Heri Fulistiawan
Gunung Anak Krakatau meletus dengan menyemburkan lava pijar, petir dan abu vulkanik. (Foto: iNews.id/Iskandar Nasution)

Selain menyebabkan hujan abu di sejumlah daerah di Banten dan Lampung, meningkatnya erupsi Gunung Anak Krakatau juga mengakibatkan jalur penerbangan dialihkan.

Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer. Semburan lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terus terjadi. 

Berdasarkan penglihatan visual Gunung Anak Krakatau saat ini masih tertutup kabut dan asap hitam. Sedangkan kegempaan mikrometer atau tremor terus-menerus amplitudo 9-35 dan amplitudo dominan 25 mm.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pos Pantau Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, perubahan level Gunung Anak Krakatau ini di mulai pada 27 Desember 2018 dari waspada menjadi siaga pada pukul 06.00 WIB. Aktivitas erupsi Gunung Anak Karakatau ini menyebabkan alat pendeteksi atau seismograf pos pantau rusak sejak Mei 2018. 

“Pos pantau gunung anak krakatau sendiri mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak di perbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer,” kata Suwarno.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
1 hari lalu

Gunung Anak Krakatau Erupsi 15 Kali dalam 5 Jam, Warga Pesisir Diminta Waspada

5 hari lalu

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Pulau Sebesi, Nelayan Kembali ke Darat

13 hari lalu

Gunung Anak Krakatau Erupsi Siang Ini, Muntahkan Abu Vulkanik 500 Meter

25 hari lalu

Gunung Anak Krakatau Erupsi Malam Ini, Status Waspada

27 hari lalu

Gunung Anak Krakatau Erupsi Beruntun, Ini Imbauan PVMBG

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal