Kejayaan Rempah Indonesia di Masa Lampau, Kapal Dagang Asing Silih Berganti ke Malut

Antara
Ilustrasi, rempah Maluku Utara (Malut), terutama cengkih dan pala pada masa lampau menjadi komoditas primadona dalam perdagangan global. (Foto: Antara).

TERNATE, iNews.id - RempahMaluku Utara (Malut) pada masa lampau menjadi komoditas primadona dalam perdagangan global. Rempah asal Malut yang terkenal, yaitu cengkih dan pala.

Bahkan di Eropa harganya sangat mahal sehingga hanya bisa dinikmati pejabat kerajaan dan orang kaya. Saat itu kapal dagang silih berganti datang ke Malut memuat komoditas rempah untuk perdagangan antarwilayah Nusantara maupun luar negeri. 

Inilah yang kemudian menempatkan Malut sebagai titik nol perdagangan rempah global. Pada abad ke-13, ada kapal dagang dari China tenggelam di perairan Pulau Ternate dan Pulau Tidore saat memuat rempah. 

Bangkai kapalnya masih bisa disaksikan saat ini dan telah ditetapkan menjadi museum bawah laut di Indonesia.

Cengkih merupakan tanaman asli Malut yang dikembangkan masyarakat setempat sejak zaman dahulu. Selain sebagai rempah, cengkih juga bahan obat tradisional.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
8 hari lalu

Gunung Ibu Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 800 Meter di Atas Puncak

10 hari lalu

Ratusan Korban Investasi Bodong Geruduk Polres Ternate, Tuntut Uang Puluhan Miliar Dikembalikan

11 hari lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 5,1 Guncang Jailolo Maluku Utara

14 hari lalu

Gempa Besar Magnitudo 6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

18 hari lalu

Kantor PUPR Halmahera Timur Terbakar, Pegawai Nekat Terobos Api Ambil Dokumen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal