Kejayaan Rempah Indonesia di Masa Lampau, Kapal Dagang Asing Silih Berganti ke Malut

Antara
Ilustrasi, rempah Maluku Utara (Malut), terutama cengkih dan pala pada masa lampau menjadi komoditas primadona dalam perdagangan global. (Foto: Antara).

Sedangkan pala, awalnya dari pulau Buru, Maluku, kemudian dikembangkan secara besar-besaran di wilayah Malut setelah bangsa Eropa menjajah Malut.

Namun, tidak ada sumber resmi yang menyebutkan secara detail luas area dan produksi perkebunan rempah Malut pada masa lampau. 

Kalangan sejarawan setempat memastikan, kala itu arealnya mencapai ribuan hektare karena hampir di setiap pulau di Malut menjadi sentra pengembangan rempah.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam kunjungannya di Malut menyampaikan harapannya agar kejayaan rempah Malut pada masa lampau tidak hanya menjadi catatan sejarah untuk dibaca, tetapi harus bisa diwujudkan kembali.

"Maluku Utara telah menarik para pedagang dari berbagai penjuru, bahkan sebelum bangsa Eropa menginjak kaki di Nusantara," ujar Ma'ruf Amin.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
7 hari lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,6 Guncang Halmahera Barat Maluku Utara

17 hari lalu

Polda Malut Ungkap Berbagai Senpi Ilegal, Ada dari Filipina untuk Dijual ke KKB di Papua

19 hari lalu

Gunung Dukono Meletus, Muntahkan Kolom Abu Setinggi 1,5 Km ke Langit

21 hari lalu

Gunung Ibu Erupsi, Letusan kolom Abu Capai Ketinggian 800 Meter dari Puncak

26 hari lalu

IPW Minta Bareskrim Evaluasi Prosedur Penanganan Perkara PT ARA di Maluku Utara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal