Respons Kebijakan Sekolah Jam 5 Pagi, DPR: Praktikkan Dulu di Pemprov NTT

Achmad Al Fiqri
Suasana para siswa di NTT yang mulai masuk sekolah pukul 05.30 WITA. (Foto : Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kebijakan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat terkait sekolah jam 5 pagi menuai banyak reaksi di masyarakat maupun anggota dewan. Salah satunya datang dari Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian.

Dia menilai, pemberlakuan kebijakan tersebut harus diterapkan di Kantor Pemprov NTT terlebih dahulu bila aturannya ditujukan untuk meningkatkan kinerja.

"Kalau mau meningkatkan kerja, silakan dipraktikkan dulu di Kantor Pemprov," ujar Hetifah saat dihubungi, Rabu (1/3/2023).

Menurutnya, Pemprov NTT dapat menyerap aspirasi dari stakeholder terkait sebelum memberlakukan kebijakan masuk sekolah jam 5 pagi. Dia menyarankan agar pemprov juga membuat kajian ilmiah sebelum memberlakukan aturan tersebut.

"Saran saya sih lebih baik dinas pendidikan mendengarkan pendapat pakar dan aspirasi guru, murid, orang tua serta melakukan kajian ilmiah sebelum membuat kebijakan drastis seperti ini," katanya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
5 bulan lalu

9.000 PPPK di NTT Terancam Dirumahkan, Ada Apa?

1 tahun lalu

Jenazah Guru Korban KKB di Yahukimo Papua Dipulangkan ke Flores Timur NTT

1 tahun lalu

Usai Dilantik, Gubernur NTT Cerita soal Kabar Cristiano Ronaldo ke Kupang

3 tahun lalu

Bertemu Komisi X DPR, Wali Kota Semarang Minta Dibuka PPPK khusus Formasi Pustakawan

3 tahun lalu

Sempat Viral, Kebijakan Sekolah Jam 5 Pagi di NTT Resmi Dicabut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal