“Kebetulan bulan depan kita ada reses, itu akan saya masukkan juga dalam program reses saya yang kemudian nanti akan kita perjuangkan di kabupaten,” katanya.
Menurut Syamsuriansyah, perbaikan jalan perlu diselaraskan dengan status Desa Kuranji Dalang sebagai lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dan program Koperasi Desa Merah Putih pemerintah pusat. Dia menekankan pentingnya keterhubungan antara kebijakan nasional dan kebutuhan infrastruktur di tingkat desa.
“Ini kan harus sejalan. Mandatory-mandatory pusat itu tentu harus kita selaraskan dengan apa yang ada di tingkat paling bawah. Rasanya tidak berlebihan kalau saya ingin mengatakan ini desa wisata, tetapi infrastrukturnya tidak dibenahi,” katanya.
Sebagai Ketua DPD Partai Perindo Lombok Barat, Syamsuriansyah juga mengaitkan pembangunan infrastruktur dengan penguatan ekonomi kerakyatan. Menurut dia, akses jalan yang memadai dapat mendukung mobilitas perekonomian masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan potensi ekonomi di desa.
Dia meyakini perbaikan akses dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, Syamsuriansyah mendorong pemerataan pembangunan di seluruh kecamatan Lombok Barat, termasuk Labuapi yang berbatasan langsung dengan Kota Mataram.
“Sudah saatnya daerah-daerah yang ada di Kecamatan Labuapi, apalagi ini berbatasan langsung dengan Kota Mataram. Jangan sampai masyarakat Kabupaten Lombok Barat merasakan bahwa tidak bangga menjadi bagian daripada masyarakat Lombok Barat karena ketidaksetaraan pembangunan infrastruktur,” ujarnya.
Perbaikan akses jalan tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha, meningkatkan kunjungan wisata, dan memperluas perputaran ekonomi masyarakat desa. Arah tersebut sejalan dengan komitmen Partai Perindo sebagai partai pro ekonomi dalam mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembangunan yang merata dan berkelanjutan.