Selain menggunakan kapal dan perahu penyelamat, tim SAR juga berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan agar proses evakuasi penumpang dapat berlangsung lebih cepat di tengah kondisi darurat.
Hingga kini, tim SAR gabungan masih berada di lokasi dan terus melakukan proses evakuasi terhadap penumpang KMP Putri Yasmin.
Kantor SAR Mataram juga berkoordinasi dengan Kantor SAR Denpasar untuk memperkuat operasi penyelamatan. Kantor SAR Denpasar mengerahkan KN SAR Arjuna menuju lokasi kebakaran KMP Putri Yasmin.
Selain melalui laut, pemantauan juga dilakukan dari udara. Helikopter dari SGi Air Bali dikerahkan untuk membantu memantau area kejadian secara lebih luas. Operasi tersebut difokuskan pada keselamatan seluruh orang yang berada di atas kapal dan mempercepat proses evakuasi.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur gabungan dari Nusa Tenggara Barat dan Bali. Mereka terdiri atas Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI Angkatan Laut, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat serta Syahbandar Pelabuhan Lembar.
Kapal yacht, SGi Air Bali, masyarakat setempat dan sejumlah pihak terkait lainnya juga ikut terlibat dalam operasi penyelamatan. Tim gabungan masih melakukan evakuasi dan pendataan untuk memastikan kondisi seluruh penumpang serta kru KMP Putri Yasmin. Perkembangan mengenai kondisi kapal dan hasil proses evakuasi masih terus dihimpun dari lokasi kejadian.