"Kami menggunakan teknologi terbaru pemisah biji beras dan sesuai standar nasional Indonesia. Kemasan juga dibuat modern", Zohran.
Dikatakannya, perusahaannya juga sudah merambah ritel modern dan melakukan kerja sama dengan daerah lain seperti Bali dan DKI Jakarta namun dalam jumlah terbatas agar pasar lokal Sumbawa tetap terpenuhi.
Sebelumnya, Rice Mill Unit (RMU) perusahaan ini memproduksi beras tiga sampai empat ton perhari. Sejak 2020, investasi RMU modernnya mampu meningkatkan kapasitas produksinya hingga 5 ton per jam untuk beras super dan premium.
Saat ini, pola kemitraan di wilayah NTB (Sumbawa, KSB,Lombok) sudah mencapai angka 150 gerai lebih dan penjualan online menggunakan aplikasi pemesanan Beras 169 yang bisa diunduh di Playstore.
UD Fajar Samudra beroperasi sejak 1998 berlokasi di jalan Bypass Sering KM 6,8, Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes, Sumbawa memproduksi dua varian beras premium kemasan 2,5 dan 5 kilogram.
"Untuk retail modern sedang berproses lagi karena dua tahun ini, distribusi belum bisa terealisasi," ucapnya.