Suku Sasak, Pemilik Tradisi Menculik Calon Pengantin Wanita

Tati Rukmanah
Pohon cinta di Desa Adat Sade, Rembitan, Pujut, Lombok Tengah (Foto: Antara/Lia Wanadriani Santosa)

Setelah sehari proses pencurian gadis, pihak kerabat laki-laki akan mengirim utusan pada pihak keluarga perempuan guna memberitahukan bahwa anak gadisnya telah dicuri dan berada di suatu tempat persembunyian yang dirahasiakan. 

Istilah pemberitahuan tersebut dinamakan “Nyelabar”. Proses tersebut dilakukan oleh kerabat lelaki namun orang tua pihak lelaki tidak diperbolehkan untuk mengikuti serangkaian proses tersebut. 

Rombongan nyelabar ini terdiri lebih dari 5 orang dan diwajibkan untuk mengenakan pakaian adat. Rombongan tersebut tidak diperbolehkan langsung mengunjungi rumah pihak perempuan, melainkan harus meminta izin terlebih dahulu pada tetua adat setempat, untuk sekedar menghormati tetua tempat tersebut. 

Itu dia informasi mengenai Suku Sasak dan adat istiadat yang mereka lakukan.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Polda Jabar Selidiki Wedding Organizer Tipu Ratusan Calon Pengantin di Bandung

2 bulan lalu

Pacu Jawi Minangkabau, Adu Ketangkasan Joki dan Kecepatan Sapi di Sawah Berlumpur

3 bulan lalu

Calon Pengantin Wanita Kabur Jelang Akad di Pati, Ditemukan di Penginapan Bersama Pria Lain

3 bulan lalu

3 Polisi Gadungan Culik dan Peras Kurir Paket di Sumedang Ditangkap, 1 DPO

5 bulan lalu

Momen Tradisi Riyayan di Grahadi, Warga Jatim Antre Salaman dengan Khofifah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal