Sementara HM tercatat sebagai penjual amunisi dan magazen, AKW sebagai penyedia amunisi, serta HLT sebagai pihak yang menyediakan amunisi kepada AKW.
Dua orang lainnya masih berada pada tahap I, yakni LNR dan BEI. Keduanya diduga berperan sebagai perantara senjata dan amunisi.
Adapun dua orang lainnya masuk tahap penyidikan. Mereka, yaitu YYS alias OS alias K dan IHB alias H yang diduga berperan sebagai penghubung ke jaringan senjata dan amunisi.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Adarma Sinaga menyampaikan, penyidik masih mendalami keseluruhan jaringan tersebut.
Pemeriksaan terhadap para pihak yang telah diamankan dilakukan untuk mengungkap rangkaian peredaran senjata dan amunisi secara menyeluruh.
“Setelah IHB diamankan, penyidik akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami peran yang bersangkutan sebagai bagian dari pengembangan jaringan yang sedang ditangani. Kami memastikan prosesnya dilakukan secara profesional dan berdasarkan ketentuan hukum,” ujarnya.
Satgas memastikan pengembangan perkara dilakukan secara profesional dan terukur. Penyidik masih menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh.