Aktivasi tersebut tidak serta-merta membuat seluruh SPPG langsung memberikan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah proses aktivasi, masing-masing dapur masih harus menyelesaikan sejumlah tahapan sebelum pelayanan kepada penerima manfaat dimulai.
Tahapan tersebut mencakup pelatihan penjamah makanan serta penyiapan dan penetapan jumlah penerima manfaat. Jumlah penerima manfaat akan ditambah secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan setiap SPPG.
“Selanjutnya, setelah kita aktivasi, akan ada tahapan-tahapan, termasuk tahapan pelatihan. Penjamah makanan harus dilatih, termasuk juga nanti penerima manfaatnya dimulai dari sekian jumlah, jumlahnya makin ditambah, dan seterusnya,” ucapnya.
BGN memperkirakan SPPG yang telah diaktifkan dapat mulai beroperasi dalam waktu sekitar tiga hingga empat minggu. Namun, waktu tersebut bergantung pada kesiapan masing-masing dapur dan penyelesaian seluruh persyaratan yang diperlukan.
“Kami prediksi tahapan-tahapan ini akan langsung dimulai pada tanggal 2 itu, kemudian dapur-dapur tersebut siap beroperasi pada tiga sampai empat minggu setelah dilakukan aktivasi pada tanggal 2,” tuturnya.