480 SPPG Diaktifkan di 16 Provinsi, Prioritas Indonesia Timur dan Daerah Stunting Tinggi

Yuwantoro Winduajie
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (foto: Yuwantoro Winduajie)

Aktivasi dilakukan secara serentak dengan melibatkan jajaran pimpinan dan pejabat BGN di sejumlah daerah. Sudaryono dijadwalkan berada di Provinsi Maluku, sedangkan Wakil Kepala BGN, para deputi, dan pejabat eselon II ditugaskan ke provinsi lainnya untuk memastikan proses berjalan sesuai tahapan.

Setelah aktivasi, BGN akan melanjutkan perluasan layanan MBG secara bertahap. Fokusnya tetap diarahkan ke wilayah 3T, daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi, serta wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan tersebut.

BGN juga akan mendata sekolah-sekolah yang hingga kini belum memperoleh layanan MBG, khususnya sekolah yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

“Kami prioritaskan di wilayah 3T, wilayah stunting tinggi, wilayah stunting tinggi sekali, dan wilayah-wilayah lain yang memang banyak sekali kami mendapatkan aduan. Sekolah-sekolah itu masih banyak yang belum mendapatkan pelayanan MBG, tetapi khususnya yang berada di daerah-daerah yang jauh dari Ibu Kota. Ini kemudian akan kami sisir terus,” katanya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
8 hari lalu

Korban Keracunan MBG di Batang Tembus 411 Orang, Polisi Periksa 2 Saksi 

7 hari lalu

SPPG Bawang Batang Ditutup Imbas Ratusan Siswa dan Orang Tua Keracunan MBG

10 hari lalu

Buntut Keracunan Massal, SPPG Pemasok MBG ke Ponpes Al Askar Kendari Disanksi Suspend 30 Hari

10 hari lalu

Dugaan Keracunan MBG di Purworejo, Operasional SPPG Kaliboto Dihentikan Sementara

15 hari lalu

Satgas Citarum Harum Temukan Saluran Limbah SPPG Mengarah ke Sungai Cianjur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal