Aktivasi dilakukan secara serentak dengan melibatkan jajaran pimpinan dan pejabat BGN di sejumlah daerah. Sudaryono dijadwalkan berada di Provinsi Maluku, sedangkan Wakil Kepala BGN, para deputi, dan pejabat eselon II ditugaskan ke provinsi lainnya untuk memastikan proses berjalan sesuai tahapan.
Setelah aktivasi, BGN akan melanjutkan perluasan layanan MBG secara bertahap. Fokusnya tetap diarahkan ke wilayah 3T, daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi, serta wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan tersebut.
BGN juga akan mendata sekolah-sekolah yang hingga kini belum memperoleh layanan MBG, khususnya sekolah yang berada jauh dari pusat pemerintahan.
“Kami prioritaskan di wilayah 3T, wilayah stunting tinggi, wilayah stunting tinggi sekali, dan wilayah-wilayah lain yang memang banyak sekali kami mendapatkan aduan. Sekolah-sekolah itu masih banyak yang belum mendapatkan pelayanan MBG, tetapi khususnya yang berada di daerah-daerah yang jauh dari Ibu Kota. Ini kemudian akan kami sisir terus,” katanya.