Letjen Lucky mengatakan informasi awal mengenai keberadaan kelompok tersebut diperoleh melalui pemantauan BIN. Kelompok yang dipimpin Manfred Fatem itu disebut bergerak menuju kawasan permukiman warga.
Sebelum terjadi baku tembak, pasukan TNI telah melakukan pendekatan persuasif dengan meminta anggota kelompok menyerahkan diri dan meletakkan senjata. Namun, permintaan tersebut dibalas dengan tembakan.
“Manfred Fatem lah yang pertama kali menghujani pasukan kita dengan peluru tajam, lalu di ikuti oleh seluruh Anggota TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Jaya,” katanya.
Dalam kontak tersebut, Letjen Lucky memastikan tidak ada personel TNI yang menjadi korban. Sementara Arso Aisnak dan Yohanes KY dilaporkan tewas.
Setelah kontak senjata, Manfred Fatem disebut melarikan diri bersama anggota kelompoknya ke kawasan hutan. Pasukan TNI kemudian melanjutkan pengejaran terhadap pimpinan kelompok tersebut.