Dari lokasi kejadian, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari bangkai pesawat yang terbakar, sisa abu dan arang, serpihan badan pesawat, serpihan kawat ban pesawat, satu selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter, hingga sampel tanah untuk pemeriksaan laboratorium forensik.
Setelah olah TKP, tim kemudian menyisir area sekitar lokasi kejadian. Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan sebuah honai yang diduga digunakan sebagai markas kelompok kriminal bersenjata. Di lokasi itu ditemukan papan bertuliskan "Markas Komando Daerah Militer TPNPB KODAP VII Balinggama."
Petugas turut mengamankan berbagai barang bukti, seperti noken, syal bermotif bintang kejora, pakaian loreng, celana loreng, koppel, sangkur, dua bilah parang, senapan angin, perangkat elektronik, kamera, kartu memori, hingga dokumen dan identitas yang diduga berkaitan dengan keanggotaan TPNPB.
Seluruh barang bukti kini diserahkan kepada Tim Identifikasi Polda Papua untuk menjalani pemeriksaan laboratorium forensik, forensik digital, serta analisis lebih lanjut.
Kelompok tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang. Kelompok itu diduga memiliki persenjataan berupa senjata api laras panjang, senjata api pendek, dan senjata api rakitan. Penyidik masih terus mendalami jaringan, pola pergerakan, serta sumber persenjataan kelompok tersebut.
Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan proses penegakan hukum terus dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat juga diimbau tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.