Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan adanya dugaan upaya menghilangkan jenazah oleh kelompok OPM. Karena itu, personel TNI terlebih dahulu menguasai titik-titik strategis di sekitar lokasi sebelum proses evakuasi dilakukan.
Evakuasi dilakukan menggunakan teknik vertical rescue atau rapelling. Tiga personel diturunkan dengan tali karmantel menuju dasar jurang untuk memasukkan jenazah ke dalam kantong jenazah sebelum diangkat secara bertahap ke atas tebing.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Teina Alya dibawa ke RSUD Dekai untuk penanganan lebih lanjut. Selanjutnya, jenazah akan diserahkan kepada keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, dan kepala suku untuk dimakamkan sesuai adat istiadat dan keyakinan keluarga.
"Jenazah dibawa menuju RSUD Dekai untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, dan kepala suku untuk dimakamkan sesuai adat istiadat dan keyakinan keluarga," katanya.
Letkol Wirya menegaskan, keberhasilan evakuasi merupakan hasil kerja sama antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat. TNI juga memastikan akan terus memberikan perlindungan dan pelayanan kemanusiaan kepada warga di wilayah Papua.
Sebelumnya, kelompok OPM pimpinan Kopitua Heluka dilaporkan menembak tiga warga sipil di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Senin (20/7/2026). Insiden tersebut mengakibatkan tiga warga sipil meninggal dunia.