TIMIKA, iNews.id – Kontak tembak antara prajurit TNI dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pecah saat proses evakuasi tiga warga sipil yang menjadi korban pembunuhan OPM di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Operasi evakuasi warga sipil itu dipimpin langsung Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Mayor Jenderal TNI Yudha Airlangga.
Dalam proses evakuasi yang berlangsung menegangkan tersebut, prajurit TNI sempat terlibat kontak tembak sengit dengan kelompok bersenjata OPM di tengah medan hutan yang ekstrem.
Ketiga korban pembunuhan OPM tersebut terdiri atas pasangan suami istri, Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan Pam Wendakwe, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam yang identitas resminya masih dalam proses identifikasi.
Mayjen TNI Yudha Airlangga mengungkapkan, lokasi penemuan jenazah berjarak sekitar 65 kilometer dari pusat Kabupaten Yahukimo dengan akses medan yang sangat sulit dan hanya bisa ditempuh melalui jalur darat yang ekstrem.
“Saat Satgas Habema melakukan penyisiran jejak darah dan menemukan lokasi korban, OPM melancarkan tembakan susulan sekitar pukul 11.20 hingga 11.40 WIT,” kata dia, Kamis (23/7/2026).
Usai dievakuasi, kata dia, jenazah ketiga korban dibawa ke RSUD Dekai pukul 14.30 WIT untuk proses visum dan disaksikan Bupati Yahukimo Didimus Yahuli.
"Kondisi para korban saat ditemukan sangat memprihatinkan dan tidak manusiawi. Kami tegaskan, mereka adalah warga sipil, bukan intelijen. Keselamatan dan keamanan masyarakat Papua tetap menjadi prioritas utama kami," lanjutnya.
Mayjen TNI Yudha Airlangga secara tegas membantah narasi dan klaim propaganda OPM yang menuduh bahwa ketiga korban merupakan bagian dari jaringan intelijen TNI. Pihaknya memastikan ketiga korban murni masyarakat sipil.