"Informasi yang menyebut korban berinisial A sebagai anggota intelijen adalah tidak benar atau hoaks. Korban merupakan warga sipil murni yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya di Dekai. Kami mengimbau masyarakat tidak mempercayai isu provokatif," kata Kombes Pol Yusuf Sutejo.