Komnas HAM, Ombudsman dan Komnas Perempuan Bertemu Bupati Jayapura

syarif wibowo
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, ketika menyerahkan cinderamata kepada perwakilan Ombudsman RI Yohannes Widiantoro, disaksikan oleh Komisioner Komnas HAM Sandrayati Moniaga dan Wakil Ketua Komnas Perempuan Mariyana Amiruddin, Rabu (23/6).

"Jadi ini tiga lembaga (HAM) bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bekerja sama membentuk KuPP atau Kerja Sama untuk Pencegahan Penyiksaan," ujarnya.

Lima lembaga HAM di atas bersepakat untuk mendukung agar pemerintah bisa konsisten dalam melakukan upaya-upaya pencegahan penyiksaan.

Sementara itu Yohannes Widiantoro dari Ombudsman Republik Indonesia menambahkan bahwa penyiksaan itu tidak selalu berupa penyiksaan fisik. Tetapi, juga psikis, merendahkan martabat manusia dan kecaman.

"Prinsipnya adalah tindakan-tindakan yang seharusnya tidak dilakukan oleh siapapun, yang khususnya dalam hal ini aparat. Kita bicara pencegahan, harapannya nanti dari pihak aparat juga dengan kesadaran sendiri membangun sistem mekanisme untuk mengurangi potensi-potensi terjadinya penyiksaan itu di tiap proses hukum yang terjadi," ujarnya.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengapresiasi dan menyambut baik pertemuan tersebut. "Kami apresiasi dan sambut baik audiensi ini, apalagi di sini kan ada perwakilan Komnas HAM, Komnas Perempuan, kemudian ada Ombudsman juga. Selalu kita komunikasi untuk hal-hal yang perlu publik tahu," katanya.

Audiensi dihadiri pula Wakil Ketua Komnas Perempuan Mariana Amiruddin dan sejumlah pimpinan OPD di lingkup Pemkab Jayapura. CM

Editor : Syarif Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Korban Penembakan di Kembru Papua Bertambah Jadi 12 Orang, 1 di Antaranya Anak-Anak

57 tahun lalu

20 Orang Tewas di Papua, Menteri HAM: Butuh Keputusan Politik Tingkat Tinggi Atasi Konflik

57 tahun lalu

5 DPO Penyerangan Tambrauw Menyerahkan Diri usai Negosiasi dengan Komnas HAM Papua

57 tahun lalu

Komnas HAM Datangi Yalimo, Pantau Kondisi Masyarakat Pasca-Kerusuhan

57 tahun lalu

Ungkap Fakta di Balik Demo Ricuh, 6 Lembaga Ini Bentuk Tim Independen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal