KPK Hitung-hitungan Risiko Jemput Paksa Lukas Enembe ke Papua

Antara
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memperhitungkan risiko apabila pihanya melakukan upaya jemput paksa terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memutuskan untuk menjemput paksa Lukas Enembe ke rumah pribadinya di Papua. KPK mengaku masih memperhitungkan risiko apabila upaya jemput paksa terhadap gubernur Papua itu dilakukan.

"Kami juga harus melakukan kalkulasi tentang risiko yang mungkin timbul kalau misalnya ada pengambilan secara paksa efek sesudahnya, ya, kami harus perhatikan. Hal itu tentu bukan persoalan sulit untuk mengambil paksa dengan mengerahkan segala kekuatan. Akan tetapi, itu tadi ada risiko yang tentu harus kami hitung di sana," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (4/9/2022).

Alex, sapaan akrabnya, mengatakan pihaknya terus melakukan pendekatan secara persuasif agar Lukas Enembe kooperatif memenuhi panggilan penyidik.

Mantan hakim adhoc itu juga menyatakan KPK tetap menghargai kondisi kesehatan Lukas Enembe. Dia menyatakan KPK tak akan memaksakan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe jika kondisi kesehatannya tak memungkinkan.

"Itu kami sampaikan, baik lewat penasihat hukumnya maupun lewat Kapolda dan Pangdam kemarin supaya dilakukan secara persuasif," kata Alex.

Sebelumnya, KPK telah memanggil Lukas Enembe untuk diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (26/9/2022). Namun, dia tidak memenuhi panggilan dengan alasan masih sakit.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
4 hari lalu

Sekda Banyumas Ajukan Pengunduran Diri di Tengah Pemeriksaan KPK Terkait Kasus Unsoed

6 hari lalu

KPK Geledah Kantor BPN Mojokerto, Seorang Perempuan Turut Dibawa

6 hari lalu

KPK Geledah Kantor BPN Mojokerto, Pegawai yang Hendak Pulang Dicek Barang Bawaannya

8 hari lalu

Minta Maaf Usai Ditahan KPK, Bupati Bolmut: Doakan Saya Fokus Jalani Proses Hukum

1 bulan lalu

Geledah Rektorat Unsoed, KPK Sita Barang dan Dokumen 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal